Monday, 29 April 2013

Ratu Basreng bazaar di Ciater Highland Resort

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tips business for StarUp

Anda mungkin punya keinginan untuk memulai bisnis sendiri, namun sering pula muncul keraguan dan hambatan yang membuat bisnis tersebut tidak berjalan mulus. Menurut Vicki Corner, yang membangun perusahaan V&S Entertainment di 1991, ada beberapa hal penting yang harus diingat saat memulai bisnis sendiri.

PERCAYA DIRI
Saat memulai bisnis, rasa percaya akan diri sendiri adalah hal terpenting. Saat mengalami hari buruk atau saat orang meragukan diri Anda, rasa percaya diri harus tetap ada. Anda harus bisa menunjukkan kekuatan dari ide-ide Anda, walaupun orang lain tidak.

KENALI tEMAN ANDA
Coba cari orang-orang yang bisa mendukung dan bekerja sama dengan Anda. Memiliki orang kepercayaan, teman, dan pemasok yang dapat dipercaya saat penting saat memulai bisnis. Jangan pernah meremehkan pertemanan, karena memiliki tim yang loyal dan kreatif, terutama mereka yang memiliki misi dan minat yang sama bisa jadi kunci sukses usaha Anda.

FOKUS PADA TUJUAN
Jangan pernah beralih dari tujuan Anda, coba tuliskan apa yang Anda inginkan dari bisnis Anda pada secarik kertas. Letakkan di tempat yang mudah terlihat, sehingga Anda akan terus diingatkan pada tujuan, misi, dan visi bisnis Anda.
Bersabar dan berani
Selalu ada kemungkinan Anda dihadapkan pada situasi yang bukan zona aman dan harus mengambil setiap kesempatan yang ada. Di sini Anda harus bisa berani mengambil keputusan, setelah itu kesabaran juga menjadi kunci sukses. Karena komitmen dan kerja keras Anda akan terbayar nantinya.
Perhatikan penampilan dan saat bicara
Penampilan juga sangat penting, karena Anda ingin klien percaya bahwa Anda adalah pebisnis. Kalau begitu buat diri Anda terlihat profesional, berpakaian rapi, dan bersih. Perhatikan pula saat bicara, tidak perlu berbelit-belit karena bicara sopan namun tepat tujuan akan lebih disukai.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Saturday, 20 April 2013

Perencanaan Keuangan bag 2, perencanaan Modal Operasional

MODAL.. bisa dari berbagai sumber, pinjaman bank, investor, tabungan pribadi, dll. Yang terpenting adalah pengelolaannya.
Perhitungan modal dalam perencanaan usaha/bisnis diperlukan agar tidak ada satu item-pun yang tertinggal, dari mulai yang terbesar sampai yang terkecil.

Misal sebuah percetakan, Anda harus menghitung (menentukan) apakah anda beli besin baru atau sewa, kapasitasnya seberapa besar yang Anda butuhkan, berapa tenaga (dan gaji/upah) yang mengoperasikan mesin tersebut, berapa biaya pemeliharaannya, atau bahkan peremajaannya, dll.

Secara umum, modal diperuntukkan sbb:
1. Investas aset: peralatan produksi, sewa tempat, beli/sewa kendaraan, dll
2. Biaya operasional pokok: biaya tenaga kerja, belanja material/bahan pokok, dll
3. Biaya operasional lainnya: listrik, air, promosi, transport, dll
4. Cadangan -> biasanya besarnya 10-20%, di luar cadangan biaya bulanan selama 3 bulan

Pengalokasian Modal tersebut sangat variatif komposisinya, tergantung dari jenis bisnis dan resources (sumber daya) yang sudah dan yang belum dimiliki. Misal, bisnis yang padat karya akan beda dengan yang padat modal, atau bisnis jasa akan beda dengan perdagangan barang.

Jadi, sangat disarankan sebelum memulai bisnis, harus dibuat perencanaan secara detail modal yang diperlukan dan pengalokasiannya. Datanya dari mana? Dari survey, dan pastikan data tersebut update.

Setelah ituuu…
Biasanya pebisnis selalu menghitung target penjualan perbulan, tapi…… Yang sering dilupakan adalah menghitung kapasitas penjualan.

Contoh kasus: Sebuah resto dengan target penjualan 90jt perbulan, atau rata-rata perharinya adalah 3jt. Jam operasiaonal 10 jam/hari. Artinya secara rata-rata 300rb/jam. Kapasitas meja 5 meja, masing-masing 2 kursi, rata-rata orang makan 20rb selama 1jam. Artinya, kapasitas maximal resto perjam adalah:

Kapasitas max. = 5 x 2 x 20rb = 200rb/jam

Jadi secara kapasitas maximal saja sudah tidak terpenuhi, apalagi kalau resto tersebut tidak selalu penuh.

Apa yang harus dilakukan? Yap..!! Menaikkan kapasitas penjualannya! Bisa dengan menambah meja kursi atau mengatur ulang layout tempat usaha Anda sehingga tercapai kapasitas yang diinginkan.

Problem yang harus diperhatikan, bukan hanya kapasitas penjualan, tapi juga kapasitas produksi.
Contoh di atas adalah dengan asumsi kapasitas produksi tidak bermasalah. Karena kebanyakan orang menghitung kapasitas produksi, tapi lupa menghitung kapasitas penjualan.

Alokasi Cash-In (Kas Masuk)
Cash-In (Kas Masuk) atau pendapatan dari penjualan sebaiknya juga direncanakan pengalokasiannya.

1. Untuk Modal Kerja. Lihat jenis/karakter pemasukan bisnis Anda, apakah bulanan, 3-bulanan, mingguan, atau bahkan harian. Perencanaan keuangan harian akan sangat berbeda dengan yang bulanan atau bahkan 3-bulanan.
Kalau pola cash-in Anda 3 bulanan, berarti Anda harus menghitung pengeluaran 3-bulanan juga: gaji untuk 3 bulan, biaya produksi untuk 3 bulan, dll
JADI.. Klasifikasikan umur pengeluaran dan pemasukan bisnis Anda

2. Tabungan. Kenapa Anda harus menabung? Untuk menghargai kerja keras Anda, untuk dana cadangan, dan untuk investasi. Dana ini didapat dari profit/laba yang diperoleh dari operasional bisnis Anda. Profit/Laba ini akan dikonversi menjadi Laba Dibagikan dan Laba Ditahan.

Laba Dibagikan -> masuk ke Tabungan Pribadi. Ini adalah bentuk penghargaan diri Anda

Laba DITAHAN -> alokasinya terbagi menjadi 2, yaitu: Dana CADANGAN dan Dana INVESTASI.

- Dana Cadangan hanya dipakai pada saat sangat dibutuhkan. Misalnya: perbaikan peralatan yang rusak, perbaikan genteng yang bocor, dll

- Dana Investasi adalah dana yang benar-benar ditahan dan dikumpulkan, sehingga suatu saat akan dipergunakan pada saat yang tepat, baik untuk bisnis yang sudah berjalan, atau bisnis baru.

Contoh investasi dalam bisnis yang sudah ada adalah pembukaan cabang baru, investasi stok, peremajaan mesin, dll

Apakah tidak boleh menambah pos tabungan yang lain? BOLEH! Misalnya sedekah.. atau tabungan akhirat, yang merupakan bagian dari social responsibility kita.
Nah, mengenai persentase dari masing-masing pos tersebut, harus dibuat komitmennya di awal. Dan Anda harus DISIPLIN untuk itu. Okay?

Sumber dr Coach Dania Setiabudi. Semoga bermanfaat.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Perencanaan Keuangan bag 1.

Starting/memulai suatu bisnis/usaha dibutuhkan KEBERANIAN dan IDE. Keberanian adalah memilih untuk mengalahkan rasa takut terhadap resiko-resiko yang MUNGKIN akan dihadapi. Ide (bisnis) bisa sesutu yg ORIGINAL (otentik), bisa juga "melihat" bisnis-bisnis yang sudah ada.

Constraint-nya adalah WAKTU dan MODAL. ANDA harus memutuskan, kapan (target waktu) bisnis Anda akan dibuka, dan dari mana modal akan didapat dan dialokasikan untuk memulai bisnis Anda.

PENGELOLAAN KEUANGAN

Pengelolaan Keuangan padaa intinya adalah keDISIPLINan. Disiplin terhadap planning/perencanaan dan pengalokasiannya.

Perencanaan dibuat untuk memudahkan Anda dalam mengambil keputusan. apakah Anda akan membeli Mobil operasional dulu, atau mesin produksi? Apakah Anda membutuhkan kantor di pusat kota atau cukup di rumah dulu? Apakah Anda belanja material produksi secara harian, mingguan, atau bulanan?

Itu adalah contoh-contoh membuat PRIORITAS dalam perencanaan keuangan Anda. Sehingga menjadi PANDUAN untuk menjalani bisnis. Termasuk pengalokasian pendapatan Anda. Berapa untuk modal kerja (lagi), berapa utuk DITABUNG, berapa utk ...., dll.

Biasanya sangat disarankan kawan2 utk memiliki minimal 2 tabungan:

1. Tabungan untuk pribadi. Fungsinya untuk menghargai hasil kerja keras kita.

2. Tabungan untuk investasi (kembali). Fungsinya utk menambah modal di dlm bisnis yg dijalani, atau untuk investasi lainnya. Dan dipergunakan hanya pada saat dibutuhkan. Misalnya tabungan ini hanya untuk dipergunakan nanti, untuk menambah kapasitas produksi, membuka outlet baru, dll.

Banyak pengusaha yang "kehabisan nafas" di tengah perjalanan bisnisnya. Jadi, rencanakan dan disiplinlah dalam mengatur keuanangan Anda.

Besok kita bedah lebih dalam tentang PERENCANAAN KEUANGAN - MODAL KERJA dan OPERATIONAL

Di ambil dr coach Dania Setiabudi, smoga bermanfaat buat tmn2 yg baca.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Friday, 5 April 2013

Membangun Bisnis

Bisnis yang sudah dimulai dari beberapa waktu yang lalu harus terus dievaluasi dalam konteks life cycle nya bisnis tersebut.

Bisnis seperti halnya manusia, juga memiliki siklus hidupnya yang harus dipahami dengan baik.

Berangkat dari introduction, growth, mature dan decline dari bisnis tersebut.

Pemahaman yang mendalam terhadap bisnis ini dapat menentukan pilihan strategi bisnis yang dipilih.

Hayu, perhatikan life cycle bisnis kita saat ini dari aspek penjualan dan dimensi waktunya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!